Foto : Bangkai babi yang dibungkus mengunakan tilam bekas dibuang secara sembarangan membuat warga sekitar pumukiman menjadi resah. Warga meminta Pemerintah untuk menertibkan ternak babi yang ada dikawasan tersebut.(ist)
STABAT — metrolangkat.com
Warga Lingkungan IX Wonosari, Kelurahan Perdamaian, Kecamatan Stabat, Kabupaten Langkat, dibuat resah dengan ulah orang tak bertanggung jawab yang membuang bangkai babi secara sembarangan di sekitar lingkungan mereka.
Keresahan warga bermula dari bau busuk menyengat yang tercium di sekitar permukiman. Karena penasaran, warga kemudian mencari sumber aroma tersebut.
Pencarian akhirnya mengarah kepada sebuntalan tilam yang teronggok di pinggir ladang jagung warga. Curiga dengan gulungan tilam yang tampak seperti membungkus sesuatu, warga pun bersama-sama membukanya.
Betapa terkejutnya warga. Di dalam gulungan tilam tersebut ternyata terdapat bangkai seekor babi berukuran besar yang telah membusuk.
Temuan itu sontak membuat warga geram. Selain menimbulkan bau busuk yang menyengat, pembuangan bangkai hewan secara sembarangan dinilai telah mengganggu kenyamanan dan kebersihan lingkungan.
“Bau busuknya sangat menyengat. Kami jelas resah kalau bangkai seperti ini dibuang sembarangan dekat permukiman,” ujar warga.
Warga mempertanyakan siapa yang tega membuang bangkai babi tersebut. Hingga kini belum diketahui secara pasti pihak yang membuangnya maupun dari mana asal bangkai tersebut.
Namun, keresahan warga ternyata tidak hanya menyangkut persoalan bangkai. Mereka juga menyoroti keberadaan sejumlah aktivitas peternakan babi di sekitar kawasan permukiman yang selama ini dinilai mengganggu kenyamanan warga.
Warga mengaku khawatir keberadaan peternakan tersebut menimbulkan persoalan lingkungan apabila pengelolaan kandang, limbah maupun bangkai ternak tidak dilakukan secara baik.
Atas kondisi tersebut, warga meminta pemerintah desa atau kelurahan tidak tinggal diam. Mereka berharap pemerintah turun langsung mengecek keberadaan dan aktivitas peternakan babi di sekitar permukiman.
Bahkan, warga meminta pemerintah mengambil tindakan tegas, termasuk menutup peternakan babi yang terbukti menimbulkan keresahan dan mengganggu kenyamanan masyarakat.
Menurut warga, persoalan ini tidak boleh dianggap sepele. Pemerintah dinilai perlu memastikan aktivitas peternakan yang berada dekat permukiman memenuhi ketentuan lingkungan dan tidak merugikan masyarakat sekitar.
“Kalau memang ternak itu membuat warga resah, kami minta pemerintah turun dan menertibkannya. Kalau tidak bisa ditertibkan, ya ditutup,” tegas warga.
Warga juga meminta agar bangkai babi yang ditemukan segera dievakuasi dan lokasi dibersihkan. Mereka khawatir bau busuk yang terus menyengat akan semakin mengganggu warga serta menimbulkan persoalan kesehatan dan kebersihan lingkungan.
Warga berharap pemerintah kelurahan bersama instansi terkait segera turun ke lokasi, mencari tahu asal-usul bangkai babi tersebut sekaligus menindak aktivitas peternakan yang terbukti mengganggu kenyamanan warga.
Hingga berita ini diterbitkan, belum diketahui siapa yang membuang bangkai babi tersebut. Belum ada pula keterangan resmi dari pemerintah kelurahan maupun pemilik peternakan terkait keresahan warga.(Wis)


















