Warga Wonosari Resah, Bangkai Babi Dibuang Sembarangan

- Jurnalis

Senin, 7 September 2026 - 18:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto : Bangkai babi yang dibungkus mengunakan tilam bekas dibuang secara sembarangan membuat warga sekitar pumukiman menjadi resah. Warga meminta Pemerintah untuk menertibkan ternak babi yang ada dikawasan tersebut.(ist)

STABATmetrolangkat.com

Warga Lingkungan IX Wonosari, Kelurahan Perdamaian, Kecamatan Stabat, Kabupaten Langkat, dibuat resah dengan ulah orang tak bertanggung jawab yang membuang bangkai babi secara sembarangan di sekitar lingkungan mereka.

Keresahan warga bermula dari bau busuk menyengat yang tercium di sekitar permukiman. Karena penasaran, warga kemudian mencari sumber aroma tersebut.

Pencarian akhirnya mengarah kepada sebuntalan tilam yang teronggok di pinggir ladang jagung warga. Curiga dengan gulungan tilam yang tampak seperti membungkus sesuatu, warga pun bersama-sama membukanya.

Betapa terkejutnya warga. Di dalam gulungan tilam tersebut ternyata terdapat bangkai seekor babi berukuran besar yang telah membusuk.

Temuan itu sontak membuat warga geram. Selain menimbulkan bau busuk yang menyengat, pembuangan bangkai hewan secara sembarangan dinilai telah mengganggu kenyamanan dan kebersihan lingkungan.

Baca Juga :  Wali Kota Medan Luncurkan Qresto, Inovasi "Split Bill" Pajak Daerah Pertama di Indonesia

“Bau busuknya sangat menyengat. Kami jelas resah kalau bangkai seperti ini dibuang sembarangan dekat permukiman,” ujar warga.

Warga mempertanyakan siapa yang tega membuang bangkai babi tersebut. Hingga kini belum diketahui secara pasti pihak yang membuangnya maupun dari mana asal bangkai tersebut.

Namun, keresahan warga ternyata tidak hanya menyangkut persoalan bangkai. Mereka juga menyoroti keberadaan sejumlah aktivitas peternakan babi di sekitar kawasan permukiman yang selama ini dinilai mengganggu kenyamanan warga.

Warga mengaku khawatir keberadaan peternakan tersebut menimbulkan persoalan lingkungan apabila pengelolaan kandang, limbah maupun bangkai ternak tidak dilakukan secara baik.

Atas kondisi tersebut, warga meminta pemerintah desa atau kelurahan tidak tinggal diam. Mereka berharap pemerintah turun langsung mengecek keberadaan dan aktivitas peternakan babi di sekitar permukiman.

Bahkan, warga meminta pemerintah mengambil tindakan tegas, termasuk menutup peternakan babi yang terbukti menimbulkan keresahan dan mengganggu kenyamanan masyarakat.

Baca Juga :  Soal Kades Rangkap Ketua TKBM, Warga Karang Rejo Kembali Geruduk DPRD

Menurut warga, persoalan ini tidak boleh dianggap sepele. Pemerintah dinilai perlu memastikan aktivitas peternakan yang berada dekat permukiman memenuhi ketentuan lingkungan dan tidak merugikan masyarakat sekitar.

“Kalau memang ternak itu membuat warga resah, kami minta pemerintah turun dan menertibkannya. Kalau tidak bisa ditertibkan, ya ditutup,” tegas warga.

Warga juga meminta agar bangkai babi yang ditemukan segera dievakuasi dan lokasi dibersihkan. Mereka khawatir bau busuk yang terus menyengat akan semakin mengganggu warga serta menimbulkan persoalan kesehatan dan kebersihan lingkungan.

Warga berharap pemerintah kelurahan bersama instansi terkait segera turun ke lokasi, mencari tahu asal-usul bangkai babi tersebut sekaligus menindak aktivitas peternakan yang terbukti mengganggu kenyamanan warga.

Hingga berita ini diterbitkan, belum diketahui siapa yang membuang bangkai babi tersebut. Belum ada pula keterangan resmi dari pemerintah kelurahan maupun pemilik peternakan terkait keresahan warga.(Wis)

Follow WhatsApp Channel www.metrolangkat.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bobby Dorong Komoditas Ekspor Sumut Bernilai Tinggi
Perubahan APBD Medan 2026, Pendapatan dan Belanja Daerah Meningkat
Rico Waas Luncurkan Medan Corpu Smart, 654 ASN Mulai Belajar Digital
PPMSU Geruduk Mabes Polri, Desak Kasus Kematian Winda Lorenza Diambil Alih Bareskrim
10 Gubernur Berkumpul di Medan, Sumut Dorong Sumatera Jadi Satu Kekuatan Ekonomi
Pelayanan UPT Samsat Stabat Gelap, Warga Desak Gubernur Copot Ka UPT
Zakiyuddin Tegaskan Pendidikan Tak Boleh Lumpuh Akibat Bencana
KI Sumut Uji Keterbukaan Informasi Pemko Medan, Soroti Layanan Adminduk hingga Pajak Digital
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 19:35 WIB

Bobby Dorong Komoditas Ekspor Sumut Bernilai Tinggi

Senin, 7 September 2026 - 18:34 WIB

Warga Wonosari Resah, Bangkai Babi Dibuang Sembarangan

Senin, 7 September 2026 - 18:09 WIB

Perubahan APBD Medan 2026, Pendapatan dan Belanja Daerah Meningkat

Senin, 7 September 2026 - 17:59 WIB

Rico Waas Luncurkan Medan Corpu Smart, 654 ASN Mulai Belajar Digital

Sabtu, 5 September 2026 - 23:41 WIB

10 Gubernur Berkumpul di Medan, Sumut Dorong Sumatera Jadi Satu Kekuatan Ekonomi

Berita Terbaru

Berita

Bobby Dorong Komoditas Ekspor Sumut Bernilai Tinggi

Senin, 7 Sep 2026 - 19:35 WIB

Berita

Warga Wonosari Resah, Bangkai Babi Dibuang Sembarangan

Senin, 7 Sep 2026 - 18:34 WIB

Advertorial

PT Sutera Morosi Kharisma, Tumbuh Bersama Potensi Sumba NTT

Senin, 7 Sep 2026 - 17:49 WIB