Anwar Ibrahim: Malaysia Siapkan Resolusi Depak Israel dari PBB

- Jurnalis

Selasa, 5 November 2024 - 09:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Perdana Menteri Malaysia Ke 10, Anwar Ibrahim

Perdana Menteri Malaysia Ke 10, Anwar Ibrahim

Jakarta – METROLANGKAT.COM

Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim mengumumkan bahwa Malaysia sedang dalam proses menyusun resolusi Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNGA), mengusulkan Israel didepak dari organisasi tersebut. Pengusiran Israel itu diusulkan jika terjadi pelanggaran hukum atau masalah yang mempengaruhi Palestina,

Dilaporkan kantor berita Malaysia, Bernama, langkah ini ini menyusul pengesahan undang-undang Parlemen Israel pekan lalu yang melarang Badan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA). Israel pada Senin juga telah mengirim surat resmi ke PBB menegaskan pemutusan hubungan dengan UNRWA.

“Malaysia bergabung dengan kelompok inti pada 31 Oktober untuk mempersiapkan rancangan resolusi Majelis Umum PBB yang meminta pendapat penasihat dari Mahkamah Internasional mengenai kewajiban Israel untuk mengizinkan kegiatan dan kehadiran PBB,” kata Anwar kepada Dewan Rakyat dalam sesi pengarahan mengenai Palestina, kemarin.

Anwar mengatakan resolusi yang diusulkan tersebut diharapkan akan segera diajukan ke Majelis Umum PBB untuk disetujui, yang dapat memberikan dasar hukum bagi UNRWA untuk terus memberikan layanan dasar kepada lebih dari enam juta pengungsi Palestina.

“Antara lain, rancangan resolusi tersebut menyarankan agar Israel dikeluarkan dari anggota organisasi tersebut jika terjadi pelanggaran hukum, peraturan dan keputusan dalam isu-isu yang melibatkan Palestina,” Anwar melanjutkan.

Baca Juga :  Israel Hancurkan Situs Bersejarah yang Berusia 2.100 Tahun di Lebanon

Ia menekankan, UNRWA telah menjadi jalur utama penyaluran bantuan internasional kepada rakyat Palestina selama 75 tahun.

“Malaysia mendukung penuh peran penting UNRWA, dan kerja sama dengan badan tersebut akan terus diperkuat,” tambahnya.

Anwar juga mengatakan bahwa dia telah menerima undangan dari Raja Salman Abdulaziz Al Saud dari Arab Saudi untuk berpartisipasi dalam KTT darurat Arab-Islam pada 11 November, yang bertujuan untuk mengatasi konflik Israel-Palestina yang sedang berlangsung.

Malaysia berencana mengangkat isu-isu tersebut, antara lain, termasuk invasi dan penghancuran pusat ibadah di wilayah pendudukan Palestina, serangan terbuka terhadap wilayah di Lebanon dan Iran, serta pembunuhan pemimpin Hamas Ismail Haniyeh dan Yahya Sinwar, kata Anwar.

“Malaysia juga akan mengusulkan agar dukungan penuh diberikan kepada UNRWA dalam menjalankan mandatnya memberikan layanan sosial dan bantuan kemanusiaan kepada rakyat Palestina,” ujarnya.

Sebelumnya, pelapor khusus PBB mendesak penangguhan keanggotaan Israel di PBB dengan alasan pelanggaran berulang terhadap hukum internasional dan pendudukan wilayah Palestina.

“Saya yakin bahwa impunitas yang diberikan kepada Israel telah memungkinkan Israel menjadi pelanggaran berantai terhadap hukum internasional,” kata Francesca Albanese, pelapor khusus PBB untuk situasi hak asasi manusia di wilayah Palestina, pada konferensi pers dilansir Aljazirah.

Baca Juga :  21 Orang Terbunuh Pasca Israel Serang Desa Kristen di Utara Lebanon

Albanese mengatakan dia merekomendasikan Majelis Umum untuk mempertimbangkan penangguhan kredensial Israel sebagai anggota PBB sampai Israel berhenti melanggar hukum internasional dan menarik pendudukan yang “jelas-jelas melanggar hukum”.

“Israel, dalam upaya mewujudkan Israel Raya, berupaya mengurangi secara fisik dan spiritual… kehadiran identitas Palestina di wilayah Palestina yang diduduki.”

Sejauh ini, belum pernah ada negara yang didepak dari PBB. Namun, ada preseden bersejarah mengenai penangguhan dari Majelis Umum.

Pada 12 November 1974, Majelis Umum PBB memutuskan untuk menangguhkan partisipasi Afrika Selatan dalam pekerjaannya karena adanya penolakan internasional terhadap kebijakan apartheidnya.

Pemungutan suara tersebut disahkan meskipun ada tentangan dari AS, Inggris, dan pemerintah negara barat lainnya. Namun hal ini tidak menyebabkan dikeluarkannya Afrika Selatan dari negara anggota PBB.

Sebuah resolusi yang merekomendasikan pengusiran Afrika Selatan dari PBB diveto oleh anggota Dewan Keamanan AS, Inggris dan Perancis pada tanggal 30 Oktober 1974. Afrika Selatan diterima kembali menjadi anggota Majelis Umum PBB pada 1994 setelah transisi menuju demokrasi.**

Follow WhatsApp Channel www.metrolangkat.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Trump Desak Iran Buka Selat Hormuz, Ancam Hancurkan Infrastruktur Jika Gagal Sepakat
Ultimatum Trump ke Iran Guncang Pasar, Harga Minyak Tembus USD 100 per Barel
Kim Jong-un Kembali Pimpin Korea Utara, Kekuasaan Kian Kokoh
“Iran Klaim Hancurkan Mata dan Telinga AS di Timur Tengah, Radar Miliaran Dolar Tumbang”
Elnusa Mantapkan Langkah Global, Dukung Survei Seismik 3D di Thailand
Pasukan IDF Kocar-Kacir Diserang Hewan Buas
Akibat Gerakan Boikot, KFC dan Pizza Hut di Turki Alami Kebangkrutan
PM Malaysia Bertemu Presiden Prabowo, Bahas Ini
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 7 April 2026 - 11:04 WIB

Trump Desak Iran Buka Selat Hormuz, Ancam Hancurkan Infrastruktur Jika Gagal Sepakat

Senin, 23 Maret 2026 - 16:31 WIB

Ultimatum Trump ke Iran Guncang Pasar, Harga Minyak Tembus USD 100 per Barel

Senin, 23 Maret 2026 - 15:41 WIB

Kim Jong-un Kembali Pimpin Korea Utara, Kekuasaan Kian Kokoh

Minggu, 1 Maret 2026 - 04:32 WIB

“Iran Klaim Hancurkan Mata dan Telinga AS di Timur Tengah, Radar Miliaran Dolar Tumbang”

Jumat, 22 Agustus 2025 - 16:28 WIB

Elnusa Mantapkan Langkah Global, Dukung Survei Seismik 3D di Thailand

Berita Terbaru

Budaya

Rico Waas: Budaya Jangan Kalah oleh Teknologi

Jumat, 1 Mei 2026 - 11:27 WIB