Membaca Ulang Ekonomi Pertanian Kabupaten Langkat: Potensi Besar yang Masih Tertidur

Metro Langkat

- Jurnalis

Rabu, 21 Mei 2025 - 11:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Langkat – Metrolangkat.com

Kabupaten Langkat dikenal sebagai salah satu wilayah agraris di Sumatera Utara. Dengan luas lahan pertanian yang signifikan dan iklim tropis yang mendukung, semestinya sektor ini menjadi pilar utama perekonomian daerah. Namun ironisnya, pertanian di Langkat belum mampu menjadi mesin penggerak kesejahteraan masyarakat secara optimal.

Masalah paling mendasar terletak pada ketimpangan teknologi dan produktivitas. Mayoritas petani di Langkat masih bergantung pada metode konvensional. Minimnya akses terhadap alat pertanian modern, benih unggul, dan informasi pasar menyebabkan produktivitas rendah. Padahal di era pertanian 4.0, teknologi telah menjadi penentu efisiensi dan daya saing.

Harga hasil pertanian pun kerap tidak berpihak kepada petani. Di saat panen raya, harga komoditas justru anjlok. Rantai distribusi yang panjang dan dominasi tengkulak membuat petani terjebak dalam siklus penghasilan yang stagnan. Tanpa akses langsung ke pasar atau koperasi yang kuat, posisi tawar petani tetap lemah.

Baca Juga :  Daftar Harga Emas Hari Ini, 11 Oktober 2024: Naik Rp8.000

Di sisi lain, pemerintah memang telah menggulirkan sejumlah program seperti subsidi pupuk dan bantuan kelompok tani. Namun sayangnya, program-program tersebut belum menyentuh akar persoalan: keterisolasian petani dari sistem ekonomi yang inklusif dan berkeadilan. Program pelatihan sering bersifat seremonial, dan pendampingan teknis tidak dilakukan secara berkelanjutan.

Untuk itu, perlu ada reorientasi kebijakan pembangunan pertanian di Langkat. Pertanian harus dilihat bukan sekadar sebagai penyerap tenaga kerja atau simbol daerah, tetapi sebagai fondasi utama pembangunan ekonomi jangka panjang. Akses ke modal, teknologi, pasar, dan pelatihan harus menjadi prioritas utama.

Baca Juga :  Gara-Gara Kabar dari India, Harga Batu Bara Terjun Bebas Tiga Hari Beruntun

Di tengah berbagai tantangan ekonomi global, kedaulatan pangan lokal menjadi semakin penting. Langkat punya modal besar untuk menjadi sentra produksi pangan yang mandiri dan berkelanjutan. Tapi ini hanya bisa tercapai jika ada keberpihakan nyata pada petani, bukan hanya dalam retorika, melainkan dalam anggaran, regulasi, dan tindakan konkret.

Petani Langkat tidak meminta belas kasihan. Mereka hanya butuh sistem yang adil dan peluang yang setara. Karena ketika petani sejahtera, Langkat akan kuat, mandiri, dan tahan terhadap guncangan ekonomi apa pun.

Penulis : Rahmatullah - Dosen FEBI INSAN Binjai

Follow WhatsApp Channel www.metrolangkat.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tekan Inflasi, Pemko Medan Bahas Dampak Kenaikan BBM dan Tarif Angkutan Udara
Tantangan Pengembangan Energi Bersih di Negara Berkembang
Jelang Ramadan dan Lebaran 2026, Pemprov Sumut Jamin Stok Pangan Aman
Jelang Akhir Tahun, Wali Kota Medan Rico Waas Pastikan Harga Bahan Pokok Terkendali
Ikkudo Ichi PIK: Destinasi Ramen Jepang Autentik yang Selalu Jadi Favorit di Jakarta
Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Kuartal I-2025 Capai 4,87%, Sri Mulyani: Masih Lebih Baik dari Banyak Negara
3 Tips Investasi saat Ramadan agar Keuangan Tetap Sehat
Harga Emas Antam Merosot Rp 16 Ribu per Gram pada Jumat
Berita ini 170 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 5 Oktober 2026 - 19:32 WIB

Tekan Inflasi, Pemko Medan Bahas Dampak Kenaikan BBM dan Tarif Angkutan Udara

Senin, 23 Februari 2026 - 15:37 WIB

Tantangan Pengembangan Energi Bersih di Negara Berkembang

Sabtu, 14 Februari 2026 - 02:23 WIB

Jelang Ramadan dan Lebaran 2026, Pemprov Sumut Jamin Stok Pangan Aman

Selasa, 9 Desember 2025 - 18:07 WIB

Jelang Akhir Tahun, Wali Kota Medan Rico Waas Pastikan Harga Bahan Pokok Terkendali

Minggu, 7 Desember 2025 - 15:47 WIB

Ikkudo Ichi PIK: Destinasi Ramen Jepang Autentik yang Selalu Jadi Favorit di Jakarta

Berita Terbaru

Sumber Daya Alam

Pemprov Sumut Siapkan Taman Kehati 14 Hektare di Kwala Bekala

Jumat, 16 Okt 2026 - 20:42 WIB