Bobby Desak Tambahan TKD untuk Sumut, Rp1,1 Triliun Jadi Sorotan

- Jurnalis

Rabu, 12 Agustus 2026 - 22:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto : Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution mendesak adanya kepastian sekaligus tambahan Transfer Keuangan Daerah (TKD).(Ist)

BATAM — metrolangkat.com

Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution mendesak adanya kepastian sekaligus tambahan Transfer Keuangan Daerah (TKD) bagi daerah-daerah di Sumut yang terdampak bencana.

Persoalan tersebut dinilai penting karena pemerintah kabupaten/kota di Sumatera Utara kini tengah menyusun Perubahan APBD (P-APBD) 2026 sekaligus mulai memasuki tahapan penyusunan Rancangan APBD (R-APBD) 2027.

Bobby menyampaikan persoalan itu langsung kepada Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dalam Rapat Koordinasi Forkopimda se-Sumatera di Ruang Balairungsari Lantai 3 BP Batam, Rabu (12/8/2026).

Menurut Bobby, pemerintah daerah membutuhkan kepastian mengenai angka TKD yang akan menjadi dasar penyusunan APBD 2027.

Terlebih, sebelumnya terdapat pemulihan TKD bagi daerah yang terdampak bencana.

“Bagi kami daerah terdampak bencana yang kemarin TKD-nya dipulihkan, ini menjadi pertanyaan besar saat menyusun anggaran 2027,” ujar Bobby.

Ia mempertanyakan apakah pemerintah daerah harus menggunakan angka anggaran murni 2026 sebelum TKD dipulihkan atau menggunakan angka setelah pemulihan.

“Nilai Sumut itu sekitar Rp1,1 triliun. Tentu ini sangat menentukan perencanaan kegiatan di lapangan,” tegasnya.

Baca Juga :  Gubsu,Tetapkan SPMB 2026/2027, Seleksi SMA/SMK Wajib Online dan Transparan

Tiga Skenario TKD 2027

Menjawab kekhawatiran tersebut, Mendagri Tito Karnavian mengungkapkan bahwa pemerintah telah menyiapkan sejumlah skenario alokasi TKD 2027.

Kemendagri telah menyampaikan usulan kepada Kementerian Keuangan dan Bappenas.

Setelah dilakukan exercise kebutuhan daerah, terdapat tiga skenario, yakni skenario maksimal atau ideal sebesar Rp982 triliun, skenario moderat Rp932 triliun, dan skenario minimal Rp910 triliun.

Namun, Tito menegaskan keputusan akhir mengenai besaran TKD tetap berada di tangan Presiden dengan mempertimbangkan kondisi APBN, target pendapatan negara hingga devisa.

Meski begitu, Kemendagri telah menetapkan dua kelompok daerah yang akan diperjuangkan menjadi prioritas apabila terdapat tambahan TKD.

Pertama, daerah yang terdampak bencana, termasuk sejumlah wilayah di Sumatera, Flores hingga Kepulauan Sitaro di Sulawesi Utara.

Kedua, daerah dengan kapasitas fiskal rendah atau memiliki PAD kecil. Daerah seperti ini dinilai membutuhkan dukungan agar belanja wajib dan pembangunan tidak terganggu.

“Kuncinya ada di pengumuman pertengahan Agustus ini. Dari situ kita bisa melihat apakah angka TKD naik atau tidak,” kata Tito.

Jika nantinya angka TKD belum langsung dirinci untuk masing-masing daerah, Tito memastikan Kemendagri akan memberikan masukan agar daerah terdampak bencana dan daerah dengan kapasitas fiskal rendah menjadi prioritas.

Baca Juga :  Wali Kota Medan Dukung Sosialisasi Jaminan Kecelakaan Kerja ASN

APBD 2027 Menunggu Kepastian Pusat

Ketidakpastian TKD menjadi persoalan serius bagi daerah karena besarnya transfer dari pemerintah pusat berpengaruh langsung terhadap kemampuan pemerintah daerah membiayai pembangunan dan pelayanan publik.

Tito meminta seluruh kepala daerah menunggu kepastian alokasi TKD melalui penyampaian Nota Keuangan RAPBN 2027 dalam pidato Presiden menjelang Hari Kemerdekaan.

Bagi Sumut, kepastian tersebut menjadi semakin penting karena sejumlah daerah masih membutuhkan anggaran untuk pemulihan pascabencana, termasuk sektor infrastruktur dan pelayanan masyarakat.

Dalam rapat tersebut, Tito juga mengapresiasi penanganan sektor kesehatan pascabencana di wilayah Sumatera yang dinilai berlangsung cepat.

Selain itu, pembangunan infrastruktur dan stabilitas harga material di kawasan Sumatera turut menjadi perhatian pemerintah pusat.

Kini, pemerintah daerah di Sumatera Utara masih harus menunggu angka resmi TKD 2027.

Bagi daerah terdampak bencana, tambahan anggaran bukan sekadar angka dalam APBD, tetapi menjadi penentu seberapa cepat proses pemulihan dapat dilakukan.(wis)

Follow WhatsApp Channel www.metrolangkat.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Mahyuni Kembali Pimpin PAC Pemuda Pancasila Pematang Jaya
Sumut Deklarasikan Bebas Rabies 2030, Pemprov Pastikan Ketersediaan Vaksin
3.000 Lampion Terangi Langit Binjai, Mooncake Night Meriahkan Kota
Wali Kota Binjai Lantik Sofyan Siregar sebagai Kadis Pendidikan, 76 Kepala Sekolah Ikut Dilantik
RAT TKBM Pangkalan Susu Berjalan Sukses, TKBM Apresiasi Surya Depari
Perkuat Hak dan Perlindungan Anak, Tiorita Targetkan Langkat Raih KLA Kategori Madya 2026
Plt Bupati Tiorita Sidak Puskesmas dan SMPN 1 Stabat, Disiplin Aparatur Jadi Sorotan
Plt Bupati Tiorita Ajak Teladani Rasulullah, Perkuat Persatuan dan Kepedulian
Berita ini 17 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 27 September 2026 - 17:02 WIB

Mahyuni Kembali Pimpin PAC Pemuda Pancasila Pematang Jaya

Minggu, 27 September 2026 - 16:37 WIB

Sumut Deklarasikan Bebas Rabies 2030, Pemprov Pastikan Ketersediaan Vaksin

Sabtu, 26 September 2026 - 10:22 WIB

3.000 Lampion Terangi Langit Binjai, Mooncake Night Meriahkan Kota

Jumat, 25 September 2026 - 13:48 WIB

Wali Kota Binjai Lantik Sofyan Siregar sebagai Kadis Pendidikan, 76 Kepala Sekolah Ikut Dilantik

Kamis, 24 September 2026 - 21:27 WIB

Perkuat Hak dan Perlindungan Anak, Tiorita Targetkan Langkat Raih KLA Kategori Madya 2026

Berita Terbaru

Berita

Mahyuni Kembali Pimpin PAC Pemuda Pancasila Pematang Jaya

Minggu, 27 Sep 2026 - 17:02 WIB