TOK! Israel dan Hamas Sepakat Gencatan Senjata

- Jurnalis

Kamis, 16 Januari 2025 - 08:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta – METROLANGKAT.COM

Setelah lebih dari 460 hari berkonflik, Israel dan Hamas akhirnya menyepakati penghentian tembak menembak.

Menurut Perdana Menteri (PM) Qatar Syekh Mohammed bin Abdulrahman bin Jassim Al Thani, kedua belah pihak tersebut telah mencapai kesepakatan gencatan senjata. Pada Minggu (19/1) nanti, lanjut dia, gencatan senjata itu akan mulai dilaksanakan.

“Kedua belah pihak yang bertikai di Jalur Gaza telah mencapai kesepakatan tentang pertukaran tahanan dan sandera, dan (kami) mengumumkan gencatan senjata. Harapannya, ini akan berujung pada gencatan senjata secara permanen antara kedua belah pihak tersebut,” ujar PM Qatar Syekh Mohammed bin Abdulrahman bin Jassim Al-Thani dalam jumpa pers, seperti dilansir The Guardian, Kamis (16/1).

Gencatan senjata ini, jelas PM Qatar, tidak hanya akan melepaskan sejumlah warga Palestina yang ditahan otoritas Israel, melainkan juga melonggarkan akses pengiriman bantuan kemanusiaan dari luar ke dalam Jalur Gaza, Palestina.

Baca Juga :  Israel Hancurkan Situs Bersejarah yang Berusia 2.100 Tahun di Lebanon

PM Qatar juga memaparkan, perundingan tidak akan berhenti sampai di sini. Pihaknya sebagai salah satu mediator terus memediasi antara Israel dan kelompok Hamas agar keduanya menyepakati sejumlah poin lainnya.

Adapun kesepakatan yang telah dicapai per hari ini berkenaan dengan gencatan senjata sementara yang akan menghentikan serangan militer zionis terhadap Jalur Gaza segera. Kemudian, Hamas akan membebaskan sekira 33 orang sandera, sedangkan Israel juga membebaskan sekitar seribu orang Palestina yang ditahannya sejak 7 Oktober 2023.

Dilansir Al Jazeera, tahap pertama dari gencatan senjata ini akan berlaku hingga enam pekan ke depan, yakni sejak Minggu (19/1). Mulai hari itu pula, sesuai poin kesepakatan gencatan senjata, IDF akan menarik mundur tentaranya dari pusat-pusat kota di Jalur Gaza ke area dalam radius 700 meter dari perbatasan Jalur Gaza-Israel.

Israel juga diharuskan membiarkan masyarakat Palestina yang membutuhkan tindakan medis untuk keluar dari Jalur Gaza guna mendapatkan perawatan di luar negeri. Israel mesti membuka perlintasan Rafah, yang berada di perbatasan Jalur Gaza-Mesir, selambat-lambatnya pada hari ketujuh sejak gencatan senjata fase pertama berlaku.

Baca Juga :  Anwar Ibrahim: Malaysia Siapkan Resolusi Depak Israel dari PBB

IDF harus mengurangi penempatan pasukannya di Koridor Philadelphia, yakni jalur sempit sepanjang 14 kilometer perbatasan Jalur Gaza-Mesir. Selambat-lambatnya pada hari ke-50 sejak gencatan senjata ini berlaku, tentara zionis itu mesti meninggalkan area tersebut seluruhnya.

PM Qatar berharap, kesepakatan ini dapat membuat lebih dari 1,7 juta pengungsi Palestina kembali dengan aman ke kediaman mereka masing-masing. Walaupun, operasi militer yang dilakukan IDF selama 15 bulan terakhir telah menghancurkan banyak rumah warga di Jalur Gaza, serta berbagai infrastruktur publik setempat.

Sejak memulai genosida di Jalur Gaza pada Oktober 2023 hingga kini, militer Israel (IDF) telah membunuh lebih dari 46 ribu orang Palestina. (**)

Editor : Rhm

Follow WhatsApp Channel www.metrolangkat.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Trump Desak Iran Buka Selat Hormuz, Ancam Hancurkan Infrastruktur Jika Gagal Sepakat
Ultimatum Trump ke Iran Guncang Pasar, Harga Minyak Tembus USD 100 per Barel
Kim Jong-un Kembali Pimpin Korea Utara, Kekuasaan Kian Kokoh
“Iran Klaim Hancurkan Mata dan Telinga AS di Timur Tengah, Radar Miliaran Dolar Tumbang”
Elnusa Mantapkan Langkah Global, Dukung Survei Seismik 3D di Thailand
Pasukan IDF Kocar-Kacir Diserang Hewan Buas
Akibat Gerakan Boikot, KFC dan Pizza Hut di Turki Alami Kebangkrutan
PM Malaysia Bertemu Presiden Prabowo, Bahas Ini
Berita ini 28 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 7 April 2026 - 11:04 WIB

Trump Desak Iran Buka Selat Hormuz, Ancam Hancurkan Infrastruktur Jika Gagal Sepakat

Senin, 23 Maret 2026 - 16:31 WIB

Ultimatum Trump ke Iran Guncang Pasar, Harga Minyak Tembus USD 100 per Barel

Senin, 23 Maret 2026 - 15:41 WIB

Kim Jong-un Kembali Pimpin Korea Utara, Kekuasaan Kian Kokoh

Minggu, 1 Maret 2026 - 04:32 WIB

“Iran Klaim Hancurkan Mata dan Telinga AS di Timur Tengah, Radar Miliaran Dolar Tumbang”

Jumat, 22 Agustus 2025 - 16:28 WIB

Elnusa Mantapkan Langkah Global, Dukung Survei Seismik 3D di Thailand

Berita Terbaru

Budaya

Rico Waas: Budaya Jangan Kalah oleh Teknologi

Jumat, 1 Mei 2026 - 11:27 WIB