Tenun Uis Karo Karya Bunda Binjai Tembus Singapura dan Malaysia

- Jurnalis

Jumat, 9 Oktober 2026 - 19:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto : Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Koperasi Kota Binjai yang juga menjabat Staf Ahli Wali Kota Binjai, Gloria Sinulingga, mengapresiasi upaya komunitas Karya Bunda dalam menjaga warisan budaya sekaligus mengembangkan usaha ekonomi kreatif.(Ist)

BINJAI – metrolangkat.com

Warisan budaya tak sekadar disimpan sebagai kenangan leluhur. Di tangan para perempuan penenun komunitas Karya Bunda, kain tradisional Uis Karo justru menjelma menjadi produk bernilai ekonomi yang mampu menembus pasar luar negeri, termasuk Singapura dan Malaysia.

Berlokasi di Jalan Kutilang, Kelurahan Mencirim, Kecamatan Binjai Timur, komunitas ini terus mempertahankan tradisi menenun secara manual di tengah perkembangan industri tekstil modern.

Ketua Karya Bunda, Ade Fitri, mengungkapkan hal tersebut saat menerima kunjungan tim penilai lomba Kampung Kreatif Berkah Sumut, Jumat (8/10/2026).

Menurut Ade, kain Uis Karo yang dihasilkan anggotanya memiliki keunikan tersendiri karena dibuat menggunakan alat tenun tradisional bernama gedokan. Setiap helai kain dikerjakan dengan ketelitian tinggi, mulai dari persiapan benang hingga pembentukan motif khas Karo.

“Produk-produk yang kami hasilkan murni dibuat dari alat tradisional gedokan, bukan mesin buatan. Sehingga hasilnya pun memiliki kualitas tinggi dengan sentuhan motif-motif khas etnis Karo yang bernilai budaya,” ujarnya.

Komunitas Karya Bunda berdiri sejak 2019 dan kini memiliki sekitar 25 anggota penenun. Sebagian besar keterampilan mereka diperoleh melalui pewarisan tradisi keluarga dari generasi ke generasi.

Bagi para penenun, membuat Uis Karo bukan pekerjaan yang bisa dilakukan secara sembarangan. Prosesnya membutuhkan ketelitian, kesabaran, serta penguasaan teknik yang tidak sederhana.

Ade menjelaskan, sebelum proses menenun dimulai, penenun harus menghitung jumlah benang secara tepat. Kesalahan kecil dalam perhitungan dapat memengaruhi kualitas kain yang dihasilkan.

Baca Juga :  Berkunjung ke Sei Lepan, Ini Harapan Warga ke Adli Tama

Tahap pengerjaan dimulai dari pemilihan bahan baku benang, pengolahan menggunakan tepung kanji, penguraian benang satu per satu, hingga proses pemintalan atau sorha. Setelah itu, benang ditenun menggunakan gedokan untuk menghasilkan motif khas Uis Karo, termasuk corak yang dikenal sebagai mati bobok.

Rumitnya proses pengerjaan tersebut membuat waktu produksi tidak bisa disamakan dengan pembuatan kain menggunakan mesin. Namun, di situlah nilai kerajinan tradisional ini berada: setiap kain membutuhkan keterampilan tangan dan ketekunan penenunnya.

Harga Kain Uis Karo Tembus Rp20 Juta

Dari sisi ekonomi, produk Karya Bunda memiliki rentang harga yang cukup lebar. Kain dengan harga paling terjangkau dijual mulai Rp300 ribu, sementara produk kelas menengah berkisar Rp600 ribu. Untuk satu set pakaian pengantin, harganya dapat mencapai Rp20 juta.

Pasarnya pun tidak terbatas di Kota Binjai. Produk Karya Bunda telah dipasarkan ke Medan, Tanah Karo, Deli Serdang, Jakarta, hingga luar negeri seperti Singapura dan Malaysia.

Ade mengatakan, sebagian pesanan datang dari penjual di Tanah Karo yang kemudian memasarkan kembali produk tersebut. Pesanan untuk kebutuhan adat dan pernikahan juga menjadi salah satu pasar yang menjanjikan.

Meski sudah menjangkau pasar yang lebih luas, produksi masih terbatas karena proses pengerjaan yang rumit dan membutuhkan keahlian khusus.

Kondisi ini menjadi tantangan tersendiri bagi Karya Bunda. Di satu sisi, permintaan pasar membuka peluang peningkatan pendapatan. Di sisi lain, kemampuan produksi perlu ditingkatkan tanpa menghilangkan teknik tradisional yang menjadi ciri khas produk mereka.

Dinas Koperasi Siapkan Pembinaan dan Pemasaran

Baca Juga :  Angkat Pesona Tenun Karo ke Panggung Modern, Airin Rico Waas Resmikan Gallery Torose

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Koperasi Kota Binjai yang juga menjabat Staf Ahli Wali Kota Binjai, Gloria Sinulingga, mengapresiasi upaya komunitas Karya Bunda dalam menjaga warisan budaya sekaligus mengembangkan usaha ekonomi kreatif.

Gloria menyatakan, pemerintah siap membantu pelaku UMKM, termasuk penenun Uis Karo, melalui pembinaan dan perluasan pemasaran agar produk mereka dapat menjangkau konsumen yang lebih luas.

“Kami sangat mengapresiasi sekali dengan produk-produk yang dihasilkan pelaku UMKM dari etnis Karo ini. Makanya, kami siap membantu untuk memasarkan produk mereka ke pasar yang lebih luas, baik lokal, nasional hingga internasional,” katanya.

Selain pemasaran, Gloria juga menilai peningkatan kualitas produk perlu mendapat perhatian. Evaluasi terhadap bahan baku, tenaga kerja, dan proses produksi diharapkan dapat membantu meningkatkan kapasitas usaha.

Menurutnya, produk Uis Karo Karya Bunda memiliki potensi besar. Namun, jumlah produksi yang masih terbatas menjadi pekerjaan rumah agar peluang pasar dapat dimanfaatkan secara maksimal.

Gloria berharap pembinaan berkelanjutan dapat memperkuat daya saing para penenun sekaligus mendukung keikutsertaan Binjai dalam lomba Kampung Kreatif Berkah Sumut.

Ia juga mengajak media membantu memperkenalkan keberadaan komunitas tersebut melalui pemberitaan dan media sosial sehingga masyarakat semakin mengenal produk tenun tradisional dari Binjai.

Bagi Karya Bunda, menjaga Uis Karo berarti mempertahankan lebih dari sekadar motif dan kain. Ada keterampilan, identitas budaya, serta pengetahuan leluhur yang terus hidup melalui tangan para penenun.

Kini, ketika Uis Karo mulai menjangkau pasar internasional, tantangan berikutnya adalah memastikan tradisi tersebut tetap lestari sekaligus memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi para perajin di Kota Binjai.(Kusm)

Follow WhatsApp Channel www.metrolangkat.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sidak Kantor Camat Salapian, Tiorita Soroti Disiplin Pegawai hingga Toilet Kantor
Bobby Nasution Ingatkan Elite Politik: Utamakan Kesulitan Rakyat, Bukan Polemik Pemakzulan Gibran
Lima PR Besar Sumut Dibawa Bobby ke Bappenas, RSU Haji dan Nias Jadi Sorotan
Jembatan Rp1 Miliar Jadi Pembuka, Rapala Bidik Investasi Besar di Langkat
Sidak Kantor Camat Hinai, Tiorita Soroti Toilet, Dapur hingga Disiplin Pegawai
Dari Ulos ke Lapangan Apel, Pesan Tegas Sonny Irawan untuk Seluruh Personel Polda Sumut
KPK Bongkar Jejak Paket Proyek Langkat, Rekanan Mulai Sport Jantung
Dari Perbatasan, Tiorita Kucurkan Puluhan Miliar untuk Pembangunan dan Bantuan Warga
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 19:58 WIB

Tenun Uis Karo Karya Bunda Binjai Tembus Singapura dan Malaysia

Jumat, 9 Oktober 2026 - 19:16 WIB

Sidak Kantor Camat Salapian, Tiorita Soroti Disiplin Pegawai hingga Toilet Kantor

Jumat, 9 Oktober 2026 - 18:51 WIB

Bobby Nasution Ingatkan Elite Politik: Utamakan Kesulitan Rakyat, Bukan Polemik Pemakzulan Gibran

Jumat, 9 Oktober 2026 - 12:10 WIB

Lima PR Besar Sumut Dibawa Bobby ke Bappenas, RSU Haji dan Nias Jadi Sorotan

Jumat, 9 Oktober 2026 - 07:37 WIB

Jembatan Rp1 Miliar Jadi Pembuka, Rapala Bidik Investasi Besar di Langkat

Berita Terbaru