Gerebek Barak Narkoba dengan Kekuatan Penuh, Polisi Hanya Temukan Sisa Bekas Pakai

- Jurnalis

Sabtu, 19 September 2026 - 15:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Binjai – metrolangkat.com

Puluhan personel Satuan Reserse Narkoba Polres Binjai turun melakukan penggerebekan di kawasan tersembunyi dekat Tempat Pembuangan Akhir (TPA), Kecamatan Binjai Timur, Jumat (18/9).

Operasi tersebut dilakukan menyusul pemberitaan mengenai keberadaan barak tersembunyi yang diduga menjadi lokasi penyalahgunaan narkotika.

Kasat Resnarkoba Polres Binjai AKP Ismail Pane, S.H., M.H., bahkan turun langsung memimpin penyisiran.

Bersama Kanit 1, Kanit 2 dan puluhan personel, polisi menyisir sejumlah titik yang dicurigai menjadi tempat berkumpulnya pengguna narkoba.

Namun, hasil penggerebekan justru menyisakan pertanyaan.

Alih-alih menemukan pengguna, pengedar ataupun bandar narkotika, petugas hanya menemukan jejak aktivitas yang diduga berkaitan dengan penyalahgunaan sabu.

Di sejumlah gubuk liar, polisi menemukan puluhan alat hisap sabu (bong), pipet serta mancis yang diduga digunakan untuk mengonsumsi narkotika.

Artinya, ketika aparat datang dengan kekuatan penuh, lokasi tersebut sudah dalam keadaan kosong.

Kondisi ini tentu menjadi catatan tersendiri. Sebab, jika sebuah lokasi memang telah lama dicurigai menjadi tempat konsumsi maupun transaksi narkotika,

pertanyaan berikutnya adalah mengapa tidak ada satu pun orang yang berhasil diamankan?

Apakah informasi kedatangan polisi sudah lebih dahulu diketahui?

Baca Juga :  Raker I PWPM, Rico Waas Tekankan Integritas: Berita Boleh Kritis, Asal Berdasarkan Fakta

Atau memang para pengguna dan pengedar telah meninggalkan lokasi sebelum petugas tiba?

Pertanyaan tersebut penting dijawab agar penindakan terhadap narkotika tidak berhenti pada pembongkaran barak dan pemusnahan tempat.

Apalagi, polisi sendiri menyebut kawasan tersebut berada di lokasi yang tersembunyi dan jauh dari permukiman warga.

Kondisi semacam ini justru seharusnya menjadi tantangan bagi aparat untuk membangun pemetaan dan penyelidikan yang lebih mendalam, bukan sekadar melakukan penggerebekan setelah lokasi tersebut diberitakan.

AKP Ismail Pane mengatakan, pihaknya menemukan puluhan bong, pipet dan mancis yang diduga kuat digunakan untuk mengonsumsi sabu secara rutin.

“Tidak ada tebang pilih. Tidak ada perlakuan khusus, apalagi karpet merah untuk pelaku tindak kejahatan,” tegas Ismail.

Polisi kemudian membongkar sejumlah barak dan membakarnya agar tidak kembali digunakan sebagai tempat transaksi maupun konsumsi narkotika.

Langkah tersebut memang dapat menghilangkan sarana yang diduga digunakan untuk aktivitas narkoba. Namun, membakar barak tentu tidak sama dengan membongkar jaringan narkotikanya.

Justru di sinilah publik menunggu kerja lanjutan aparat.

Siapa pengguna yang biasa berada di lokasi tersebut? Siapa pemasok narkotikanya? Dari mana sabu diperoleh?

Dan apakah kawasan itu hanya digunakan sebagai tempat mengonsumsi atau juga menjadi bagian dari mata rantai peredaran narkotika?

Baca Juga :  Pemkab Langkat Dorong Sinergi Pemerintah dan Dunia Usaha: Sekda Amril Buka FGD TJSP

Pertanyaan-pertanyaan tersebut jauh lebih penting daripada sekadar berapa banyak barak yang berhasil dibongkar.

Terlebih, pernyataan polisi bahwa mereka akan “menyikat habis” bandar dan pengedar tentu harus dibuktikan melalui penangkapan dan pengungkapan jaringan, bukan hanya pemusnahan tempat.

“Kami akan terus menyikat habis para bandar dan pengedar yang ada di lapangan. Jangan coba-coba membangun kembali barak seperti ini, karena kami pasti akan bertindak tegas,” ujar Ismail.

Polres Binjai juga mengimbau masyarakat memberikan informasi apabila menemukan aktivitas yang diduga berkaitan dengan narkotika melalui Call Center Polri 110.

Namun demikian, keberhasilan pemberantasan narkotika semestinya tidak hanya diukur dari seberapa cepat polisi mendatangi lokasi setelah mendapat informasi.

Yang lebih penting adalah seberapa jauh informasi tersebut dapat dikembangkan menjadi penyelidikan, penangkapan pelaku, pengungkapan pemasok, hingga membongkar jaringan yang berada di belakangnya.

Sebab, ketika aparat datang dengan puluhan personel tetapi hanya menemukan bong, pipet dan mancis yang ditinggalkan,pekerjaan sebenarnya justru baru dimulai.

Barak bisa dibakar. Tetapi jaringan narkoba tidak otomatis ikut terbakar.(kus/red)

Follow WhatsApp Channel www.metrolangkat.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bobby Nasution Gandeng Kementerian PKP, Rp1,5 Triliun untuk Hunian Layak di Sumut
Lantik Tiga Pejabat, Bobby Soroti Target Wisatawan dan Efisiensi Anggaran
Kodim 0203/Langkat Gelar Syukuran HUT TNI ke-81 Bersama Masyarakat dan Insan Pers
Bersama KPK, Tiorita Teken Komitmen Perkuat Tata Kelola Pemkab Langkat
Lapas Binjai Digerebek Gabungan TNI-Polri dan BNNK, Tes Urine Digelar
Setelah Ditolak, Kini 12 Kepling Binjai Timur Dapat Dukungan Warga
104.426 Siswa Sumut Nikmati Program Bersekolah Gratis, Rp49,5 Miliar Sudah Disalurkan
Ricky Anthony Minta KPK Awasi DPRD Sumut: “Pokir Jangan Jadi Alat Kepentingan Pribadi”
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 19 September 2026 - 15:10 WIB

Gerebek Barak Narkoba dengan Kekuatan Penuh, Polisi Hanya Temukan Sisa Bekas Pakai

Sabtu, 19 September 2026 - 11:27 WIB

Bobby Nasution Gandeng Kementerian PKP, Rp1,5 Triliun untuk Hunian Layak di Sumut

Jumat, 18 September 2026 - 17:15 WIB

Lantik Tiga Pejabat, Bobby Soroti Target Wisatawan dan Efisiensi Anggaran

Jumat, 18 September 2026 - 13:49 WIB

Kodim 0203/Langkat Gelar Syukuran HUT TNI ke-81 Bersama Masyarakat dan Insan Pers

Kamis, 17 September 2026 - 13:20 WIB

Lapas Binjai Digerebek Gabungan TNI-Polri dan BNNK, Tes Urine Digelar

Berita Terbaru