Demo di Pemko Binjai, Massa Soroti Pemberhentian Kepling dan Dugaan Jual Beli Jabatan

Metro Langkat

- Jurnalis

Senin, 14 September 2026 - 16:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto : Puluhan warga mendatangi kantor walikota Binjai.(ist)

BINJAI — metrolangkat.com

Puluhan massa yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Binjai Timur Bersatu dan Liga Mahasiswa Nasional Demokrasi (LMND) Binjai menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Pemerintah Kota Binjai, Senin (14/9/2026) siang, sekitar pukul 14.15 WIB.

Massa datang membawa spanduk, pengeras suara, serta mobil komando. Mereka mendesak Wali Kota Binjai mengambil alih persoalan dan melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap proses pemberhentian sejumlah Kepala Lingkungan (Kepling) di Kecamatan Binjai Timur.

Dalam orasinya, koordinator aksi Edward Gurky meminta Wali Kota Binjai mengevaluasi keputusan pemberhentian Kepling yang diterbitkan Camat Binjai Timur.

“Kami meminta kepada Wali Kota Binjai untuk melakukan evaluasi terhadap keputusan pemberhentian Kepala Lingkungan yang diterbitkan oleh Camat Binjai Timur, khususnya terkait kesesuaian dengan Perwal Nomor 37 Tahun 2023,” ujar Edward saat membacakan tuntutan massa.

Selain evaluasi, massa juga meminta agar pejabat yang terlibat dalam proses pemberhentian ditindak tegas apabila nantinya ditemukan adanya pelanggaran aturan maupun prosedur.

Baca Juga :  Geruduk Kantor Kejari Binjai, PB IMBI-SU Minta Usut Tuntas Dana Fiskal yang Diduga untuk Membayar Proyek Pemko

Menurut massa, posisi Kepling memiliki peran strategis karena menjadi ujung tombak pelayanan pemerintahan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.

“Kepling adalah pimpinan yang terdekat dengan masyarakat. Bahkan tidak ada jam kerjanya. Keluhan mereka disampaikan kepada kami sebagai mahasiswa,” tegas Edward.

Massa juga mendesak Plt. Camat Binjai Timur meninjau kembali seluruh keputusan dan proses pemberhentian Kepala Lingkungan di wilayah Kecamatan Binjai Timur.

Mereka menilai proses tersebut patut dipertanyakan karena diduga tidak berjalan sesuai standar operasional prosedur (SOP).

“Kami menilai Kecamatan Binjai Timur gagal menjalankan SOP. Untuk itu kami ke sini guna meneruskan ucapan Camat Binjai Timur yang mengatakan bahwa kewenangan itu berada di tangan Wali Kota Binjai,” ungkap massa.

Dalam aksi tersebut, massa bahkan melontarkan dugaan serius mengenai adanya praktik jual beli jabatan Kepling.

“Kami juga menduga jabatan Kepling diperjualbelikan,” ungkap pengunjuk rasa.

Namun, dugaan tersebut masih sebatas pernyataan massa aksi dan memerlukan pembuktian serta klarifikasi dari pihak-pihak terkait.

Baca Juga :  Kampanye di Binjai Barat, Paslon Zainuddin - Hendro Janji Angkat Harkat dan Martabat Masyarakat

Sebelumnya Datangi Kantor Camat

Sebelum mendatangi Kantor Pemko Binjai, massa terlebih dahulu menggelar aksi di Kantor Camat Binjai Timur. Mereka diterima langsung oleh Plt. Camat Binjai Timur, Nuryanto, S.Pd., M.Pd.

Nuryanto mengatakan pihaknya menerima aspirasi yang disampaikan massa dan akan meneruskannya kepada pimpinan.

“Saya selaku Plt. Camat Binjai Timur menerima aspirasi dari bapak ibu sekalian dan nantinya akan saya sampaikan kepada pimpinan,” ujar Nuryanto.

Ia juga menjelaskan bahwa dirinya sebagai Plt. Camat memiliki keterbatasan kewenangan terkait pengangkatan maupun pemberhentian Kepala Lingkungan.

“Karena sesuai dengan undang-undang, seorang Plt. Camat tidak bisa merekrut dan memberhentikan Kepala Lingkungan,” jelasnya.

Aksi tersebut berlangsung dengan pengawalan aparat keamanan. Massa berharap Pemko Binjai tidak mengabaikan persoalan tersebut dan segera membuka proses pemberhentian Kepling di Kecamatan Binjai Timur secara transparan.

Mereka menegaskan, jika ditemukan pelanggaran administrasi maupun prosedur, pihak yang bertanggung jawab harus diberikan sanksi sesuai ketentuan yang berlaku.(kus)

Follow WhatsApp Channel www.metrolangkat.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Atasi Kebutuhan Dokter Spesialis di Nias, Pemprov Sumut Biayai Pendidikan 20 Dokter
BPBD Medan Siaga Sejak Malam, Rico Waas Perintahkan Evakuasi dan Pembersihan Lumpur
Supris Gerakkan Aksi Sosial HUT ke-67 Pemuda Pancasila, 500 Anak Yatim Terima Santunan
Bukan Sekadar Berani Bermimpi, Tiorita Tantang Pemuda Langkat Berbuat Nyata
Ada 309 Klien Pemasyarakatan di Langkat, Tiorita Dorong Mereka Diterima Kembali di Masyarakat
Bobby Nasution Tegas: Jangan Bangun Wisata Rp50 Miliar, Rumah Warga Miskin Terabaikan
Rico Waas Minta Maaf, Proyek Infrastruktur Medan Ganggu Lalu Lintas
Hadiri Wisuda UMSU, Kapolda Sumut Sonny Irawan Ajak Generasi Muda Jaga Nasionalisme
Berita ini 35 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 20:27 WIB

Atasi Kebutuhan Dokter Spesialis di Nias, Pemprov Sumut Biayai Pendidikan 20 Dokter

Kamis, 29 Oktober 2026 - 19:35 WIB

BPBD Medan Siaga Sejak Malam, Rico Waas Perintahkan Evakuasi dan Pembersihan Lumpur

Kamis, 29 Oktober 2026 - 18:57 WIB

Supris Gerakkan Aksi Sosial HUT ke-67 Pemuda Pancasila, 500 Anak Yatim Terima Santunan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 18:35 WIB

Bukan Sekadar Berani Bermimpi, Tiorita Tantang Pemuda Langkat Berbuat Nyata

Kamis, 29 Oktober 2026 - 18:15 WIB

Ada 309 Klien Pemasyarakatan di Langkat, Tiorita Dorong Mereka Diterima Kembali di Masyarakat

Berita Terbaru