Foto : (Plt.) Bupati Langkat, Tiorita Br. Surbakti, S.H., ke Kantor Camat Hinai, Kamis (8/10/2026), menjadi pengingat bahwa pembenahan birokrasi tidak cukup hanya dengan slogan. Kebersihan kantor, kondisi fasilitas hingga kedisiplinan pegawai masih menjadi perhatian yang harus ditindaklanjuti.(Ist)
HINAI – METROLANGKAT.COM
Inspeksi mendadak (sidak) Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Langkat, Tiorita Br. Surbakti, S.H., ke Kantor Camat Hinai, Kamis (8/10/2026), menjadi pengingat bahwa pembenahan birokrasi tidak cukup hanya dengan slogan. Kebersihan kantor, kondisi fasilitas hingga kedisiplinan pegawai masih menjadi perhatian yang harus ditindaklanjuti.
Datang tanpa pemberitahuan, Tiorita meninjau langsung kondisi lingkungan kerja dan kesiapan fasilitas pelayanan masyarakat. Sejumlah hal mendasar menjadi sorotan, mulai dari kebersihan toilet, penataan dapur, fasilitas kantor yang rusak hingga tertib administrasi kehadiran pegawai.
Perhatian terhadap toilet dan dapur mungkin terdengar sepele. Namun, bagi kantor pemerintahan yang setiap hari didatangi masyarakat, kondisi tersebut mencerminkan bagaimana lingkungan kerja dikelola dan fasilitas umum dirawat.
“Saya minta kebersihan kantor benar-benar diperhatikan. Toilet harus bersih dan diperbaiki kalau ada yang rusak, begitu juga dapur harus ditata dengan baik. Hal-hal seperti ini mungkin terlihat sederhana, tetapi sangat berpengaruh terhadap kenyamanan bekerja dan pelayanan kepada masyarakat,” tegas Tiorita.
Jangan Hanya Rajin Absen, Pelayanan Harus Jalan
Selain kebersihan, kedisiplinan pegawai menjadi perhatian serius. Tiorita meminta kehadiran aparatur dan administrasi absensi ditertibkan serta dapat dipertanggungjawabkan.
Pesannya jelas, disiplin bukan sekadar urusan mengisi daftar hadir. Kehadiran pegawai semestinya sejalan dengan pelaksanaan tugas dan kesungguhan melayani masyarakat.
“Kedisiplinan harus dimulai dari diri sendiri dan dari hal-hal yang paling mendasar. Kehadiran dan absensi pegawai harus tertib serta dapat dipertanggungjawabkan. Kita harus memberikan contoh yang baik, karena masyarakat membutuhkan pelayanan yang sungguh-sungguh,” ujarnya.
Kantor camat merupakan salah satu pintu utama pelayanan pemerintahan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. Warga datang untuk mengurus berbagai keperluan administrasi dan membutuhkan pelayanan yang cepat, jelas, ramah, serta tidak berbelit-belit.
Karena itu, persoalannya bukan semata-mata apakah pegawai hadir di kantor, melainkan apakah tugas mereka benar-benar dijalankan dan masyarakat memperoleh hak pelayanan sebagaimana mestinya.
“Kantor kecamatan adalah tempat masyarakat datang untuk mendapatkan pelayanan. Karena itu, saya ingin seluruh aparatur benar-benar menjalankan tanggung jawabnya dengan baik. Kita harus memastikan masyarakat merasa nyaman, dilayani dengan baik, dan tidak dipersulit dalam mengurus keperluannya,” ungkap Tiorita.
Sidak Jangan Berhenti pada Teguran
Sidak tanpa pemberitahuan memang dapat menjadi sarana pengawasan langsung. Namun, ukuran keberhasilannya bukan hanya pada temuan saat kunjungan atau kerasnya teguran pimpinan, melainkan pada perubahan nyata setelah pemeriksaan dilakukan.
Toilet yang kotor harus dibersihkan, fasilitas yang rusak harus diperbaiki, administrasi kehadiran harus tertib, dan pelayanan kepada warga harus semakin baik. Jika persoalan yang sama terus berulang, pembenahan tentu tidak cukup hanya dengan imbauan.
Tiorita berharap seluruh catatan hasil sidak segera ditindaklanjuti. Ia menegaskan pengawasan terhadap disiplin aparatur dan kualitas pelayanan publik akan terus menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Langkat, termasuk di seluruh kantor kecamatan.(wis)

















